Beranda Kesehatan Kadar Gula dan Insulin Normal Masih bisa Terkena Diabetes, Ini Faktanya

Kadar Gula dan Insulin Normal Masih bisa Terkena Diabetes, Ini Faktanya

Penyakit diabetes
Penyakit diabetes

Semua orang tahu bahwa diabetes adalah salah satu kondisi penyakit terkait kadar gula atau glukosa yang tinggi dalam darah. Tetapi penarkah Anda mendengar istilah diabetes insipidus? Terlepas dari namanya, insipidus adalah kondisi medis yang sama sekali berbeda dengan diabetes biasa. Bahkan tidak berhubungan dengan diabetes yang biasa kita kenali.


Penyebab Diabetes Insipidus

Pada diabetes yang umum dikenal orang, salah satu penyebabnya adalah karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin. Keadaan ini menyebabkan kadar gula dalam darah naik tinggi tidak terkontrol.

Hal itu jauh berbeda dengan yang terjadi pada diabetes insipidus karena tubuh memproduksi insulin yang cukup dan juga sel-sel meresponsnya dengan baik. Artinya gula darah tidak terjadi masalah dan dalam kondisi normal-normal saja. Alasan seseorang terkena diabetes insipidus adalah karena tubuh tidak memiliki jumlah cukup hormon antidiuretik. Hormon ini adalah berperan mengontrol jumlah air yang dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal.

Hormon antidiuretik diproduksi oleh sel-sel khusus di bagian otak yang disebut hipotalamus. Kemudian disimpan di kelenjar pituitari, yang juga terletak di otak, sampai diperlukan waktu untuk mengurangi buang air kecil dan mempertahankan kadar cairan normal dalam tubuh. Semakin banyak hormon antidiuretik yang kita miliki dalam aliran darah, semakin sedikit air yang hilang.


Jenis Diabetes Insipidus

Pun demikian, tidak selalu penyebab diabetes insipidus karena tidak cukupnya hormon antidiuretik dalam tubuh. Oleh sebab itu, ada dua jenis diabetes insipidus lain dengan penyebab masalah yang berbeda, diantaranya:


Diabetes insipidus kranial

Merupakan bentuk diabetes insipidus yang paling umum, dan disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon antidiuretik yang cukup. Akibatnya, ginjal terus-menerus memproduksi urin yang berlebihan.


Diabetes insipidus nefrogenik

Pada jenis diabetes insipidus ini, tubuh memproduksi hormon antidiuretik yang cukup. Tetapi karena beberapa alasan, ginjal tidak merespons dengan benar. Kadang-kadang juga bisa terjadi karena kerusakan ginjal, tetapi dalam beberapa kasus adalah warisan dari orangtua sebelumnya.

Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus

Meskipun diabetes insipidus adalah masalah kesehatan yang sama sekali berbeda dari diabetes yang diketahui semua orang, kedua kondisi medis ini memiliki kesamaan, dan keduanya dapat menyebabkan peningkatan buang air kecil dan haus.

Menurut otoritas kesehatan, seseorang yang menderita diabetes insipidus cenderung buang air kecil hingga beberapa kali sehari atau terlalu sering. Seseorang yang memiliki kasus diabetes insipidus yang parah bahkan dapat mengeluarkan hingga 20 liter urin per hari. Jumlah tersebut tentu sangat berlebihan mengingat fakta bahwa jumlah normal urin yang dihasilkan seseorang per hari hanya sekitar 2 liter saja.

Karena peningkatan buang air kecil tersebut, seseorang yang menderita diabetes insipidus merasa haus sepanjang waktu, merupakan tanda jelas tubuh sedang mengalami dehidrasi. Tidak peduli berapa banyak air yang diminum orang tersebut, diabetes insipidus akan memicu rasa haus yang terus-menerus.


Pengobatan Diabetes Insipidus

Kasus ringan diabetes kranial insipidus biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Solusi cukup dengan minum banyak air untuk menangkal dehidrasi. Jika perlu, dokter biasanya akan meresepkan obat yang cenderung meniru tugas hormon antidiuretik tubuh.

Di sisi lain, diabetes insipidus nefrogenik seringkali harus diobati dengan obat-obatan medis tertentu guna mengatur jumlah urin yang dihasilkan ginjal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here